Penjual Es Cendol
Ketika itu saya masih duduk di kelas 5 MA, salah satu anggota reporter Al-Amien Post bersama beberapa kawan seangkatan saya. Dengan memakai kalung tanda pengenal, kami diizinkan menggunakan kamera, duduk di barisan terdepan dekat tim dokumentasi pondok di setiap acara, mewawancarai mudir-mudir dan ustadzah, melembur di perpustakaan ISTAMA (organisasi seperti OSIS) untuk menyelesaikan berita dan edit koran. Biasanya kami menerbitkan koran Al-Amien Post sekali seminggu, setiap hari jum’at. Tapi hari ini, kami yang biasanya hanya berkeliling memperhatikan sekitar mencari bahan untuk dijadikan berita berbekal kamera dan notes kecil, kami memiliki tugas tambahan. Karena saat apel tahunan banyak wali santri, alumni, bahkan tetangga pondok ikut hadir melihat pertunjukkan yang disuguhkan para santri, kami ditugaskan menjajakan majalah Qanita yang bertumpuk di perpustakaan ISTAMA. D...